Skip to main content

secret admirer


Pagi itu saat jam istirahat dan waktu solat, adinda berjalan melewati kelas-kelas yang bersebelahan menuju masjid bersama sahabatnya yang bernama Siti. Langkah kaki adinda tak berhenti namun tatapan mata nya seketika berhenti di depan ruang kelas dekat beberapa langkah dari masjid. Ada seseorang yang menghentikan mata nya. Orang yang sama saat upacara kemarin. Seseorang itu ketua kelas disalah satu kelas itu. Adinda begitu memperhatikan, entah mengapa anak lelaki itu seperti magnet yang menempel dimata adinda. Tubuhnya yang tinggi kurus senyumnya yang sendu terlihat ramah. Adinda pun bertanya kepada sahabatnya siapa lelaki itu, sahabat adinda sangat mengenal sosok lelaki itu karena sempat satu kelas pada tingkat 1 dahulu. Lelaki itu bernama muhammad atau sering dipanggil uham. “Uham sosok anak yang pintar dan baik” siti bergumam. Adinda pun hanya berkata “ohhh..”. kemudian adinda dan siti melanjutkan langkah kaki nya dengan cepat untuk segera ke masjid.
Keesokan harinya, adinda melihat uham berjalan menghampiri kelasnya. Ternyata benar saja uham memang hendak ke kelasnya untuk bertemu teman nya. Adinda tidak ingin berhenti memperhatikan siapa orang yg ingin uham temui. “oooh kiki, oh kiki kenal dengan uham?” adinda berfikir dan bertanya-tanya sendiri. Mereka berdua mengobrol dan bermain rubiks yang bentuknya seperti dadu dengan cepatnya tangan uham memutar-mutarkan rubik itu. Adinda sangat tertarik dengan uham entah mengapa. Adinda yang pendiam dan pemalu ini tidak berani untuk menghampiri mereka bahkan  untuk sekedar menyapa, jadi adinda mengurungkan niatnya. Bel pun berbunyi menandakan waktu istirahat sudah selesai. Uham segera meniggalkan kelas adinda dan meninggalkan kiki.
Waktu cepat berlalu, hari demi hari adinda lewati dengan begitu ceria. Saat itu malam tiba, adinda sesekali membuka sosial medianya. Lalu adinda mendapati facebook uham. Adinda senang sekali. Sesekali dia berfikir “ku kirim pesan aja kali ya,ku kerjain hehe” tapi adinda kemudian mengurungkan niatnya. Kegalauan adinda semakin menjadi-jadi, penasaran tapi gengsi. Selepas kegengsian adinda memberanikan diri untuk menuliskan pesan “HAI” untuk uham. Beberapa saat kemudian uham pun membalas ramah pesan dari adinda. Hal tersebut sangat membuat adinda meloncat kesenangan.  Adinda lekas membalas namun seperti niat nya di awal dia ingin mengerjai uham. Bahkan ia mengirim pesan seperti seorang pengagum rahasia.

                                                                                                                                                Bersambung.......

Comments